ENRICHISSEZ – VOUS
(DEDY PEDOR)
Dua patah kata ini seperti berdengung lagi di seluruh dunia, Enrichissezvous! Dan orang pun berderap menjadi kaya- juga petani di Cina pada zaman Deng ataupun di Indonesia pada zaman –nya Soekarno.”Jadilah kaya!!” itulah anjuran Francois Guizot, cendikiawan dan ahli sejarah itu, ketika ia menjadi menteri utama Perancis menjelang pertengahan 1800-an. Suaranya benar-benar menyakinkan dan berhasil mempengaruhi sesamanya. Semua orang berlomba-lomba menjadi kaya dengan cara apapun. Setelah 17 Agustus 1945, zaman baru telah diharapkan, dengan Soekarno menjadi ‘biang’ demi Indonesia baru yang ‘aduhai’. Kini setelah 17 Agustus, puncak Indonesia yang telah di depan mata seolah-olah lepas dan akan musnah, lebih menjurus pada hilangnya ke-Indonesiaan itu dari Indonesia itu sendiri. Puncak yang dicari malah semakin menjauhi kita. Ironis memang, tapi realistis. Apakah kita akan tetap akan seperti begitu? Setelah 17 Agustus 1945, apa yang harus kita lakukan? Memasuki era baru, tidak semudah itu yang kita harapkan. Enrichissez-vouz menjadi semboyan dalam menjadikan kekayaan itu segalanya dalam meniti puncak segala-galanya bagi manusia zaman sekarang ini. Kita bisa menyadap Enrichissez-vouz nya Guizot dengan banyak nasihat ampuh. Selain “jadilah kaya” yang tenar dua abad silam. “Jadilah terang, jalan dan kehidupan” demi pucak yan terus menerus menghantui sukma. Atas dasar itu yang terpenting adalah raihlah puncak dengan menjadi terang bagi sesame, gunakan kekayaan itu sebagai bonum communae.

0 comments:
Post a Comment