Wednesday, December 10, 2008

KULIAH KERJA NYATA

Kuliah kerja nyata (KKN) merupaka salah satu matakuliah yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa jurusan tertentu. Tidak semua jurusan wajib unutk mengikuti mata kuliah tersebut, jadi hanya beberapa jurusan yang dapat menikmati program mata kuliah tersebut. Tentu saja program ini dapat berjalan apabila ada kerja sama antara pihak universitas dengan aparat yang terkait pada daerah yang menjadi tujuan tersebut.

Program ini merupakan suatu rutinitas bagi pihak universitas dan mahasiswa. Mata kuliah ini selalu ditawarkan kepada mahasiswa, Tentu saja mata kuliah itu mempunyai persyaratan bagi yang mau mengambilnya, jelas bahwa persyaratannya juga sama dari tahun ke tahun. Program-program yang dicanangkan juga hampir sama dari tahun ke tahun, yah maklum ini merupakan kegiatan rutinitas.

Adapun tujuannya dari program ini agar mahasiswa dapat belajar untuk mengembangkan nilai social dalam kehidupannya. Selain itu juga mau memperkenalkan kehidupan di luar kampus juga, yah bisa dikatakan bahwa ini merupakan suatu refreshing bagi mahasiswa.

Menarik bahwa saya juga mempunyai pengalaman dengan KKN. Tentu saja suatu pengalaman baru, ketemu orang baru, dan berbagai macam pemikiran yang baru. Saya berpikir bahwa ini akan menjadi suatu hal yang menarik dan kenangan terindah juga bagi saya sendiri.

Biogas dan jamban merupakan program yang dicanangkan dari universitas. Alat yang digunakan digester, merupakan suatu alat yang dapat menghasilkan gas, agar dapat digunakan untuk sebagai pengganti kompor. Jelas sesuatu yang baru, karena tidak ada hubungan dengan bahan yang selam ini saya pelajari di dalam kelas. Hanya dengan memanfaatkan kotoran hewan sapi dan manusia untuk menghasilkan gas tersebut. Selain itu juga jamban merupakan program yang juga berguna untuk menghasilakan gas, dengan memanfaatkan kotoran manusia. Alat yang digunakn untuk menampung kotoran adalah gerabah HAHAHAHA……jangan dibayangkan yah!!!!!

Digester dan gerabah digunakan untuk menampung kotoran hewan dan kotoran manusia. Tentu saja tidak boleh ada lubang pada permukaan dari digester maupun gerabah, karena pada saat kotoran berada di dalam digester atau gerabah, terjadi proses anerob. Proses biologis, tanpa memerlukan oksigen.

Berikut ini merupakan dokumentasi hasil kerja selama KKN, yang berhububngan dengan biogas:

Proses penggalian lubang

Instalasi Gerabah

Instalasi Gerabah

Selain pembuatan digester dan jamban, ada pengalaman yang lucu juga. Pengalaman ini berhubungan dengan kebudayaan, yakni penggunaan bahasa jawa. Waduh…….gila. Bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa halus. Saya benar-benar kayak orang asing. Saya mencoba belajar, tapi yang ada orang pada ketawa semuanya. Tambahan lagi saya gunakan ada suatu moment dimana saya gunakan baju adat jawa, GUDUBAK……!!!!!!!

Semua pengalaman yang menarik bagi saya. Dalam permenungan saya selam ini terlahir suatu pernyataan bahwa DALAM SITUASI MINORITAS, SAYA MASIH BISA BERTAHAN. Tentu saja ini bukan hanya pada saat KKn saja, tapi selama perantauaan saya.

Hidup kaum minoritas…..!!!!!!

Saturday, December 6, 2008

CINTA DAN PENGORBANAN

“Lakukanlah segala sesuatu yang mampu

mendorongmu untuk lebih mencintai dan engkau akan lebih merasa bahagia ”

Dunia entairtement dikejutkan dengan berita yang datang dari seorang aktris. Aktris tersebut melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan peri kemanusiaan. Kejadian yang berawal dari keterlibatan duah belah pihak yang mempunyai urusan bisnis. Sangatamat disayangkan bahwa hanya tidak membayar utang tepat waktu, maka artis itu melakukan tindakan yang tak berperikemanusiaan.

Kejadian memalukan itu juga melibatkan seorang atlet balap nasional. Pembalap yang diketahui sebagai kekasih dari artis tersebut. Pembalap itu terlibat untuk membantu artis tersebut dalam menyelesaikan urusan utang dengan rekan bisnis itu. Dia juga melakukan tindakan yang keras kepada orang yang terlibat utang dengan kekasihnya itu.

Menarik dari kasus ini adalah bahwa cinta mampu menguatkan mereka unutk melewati suatu permasalahan secara bersama-sama. Pacarnya itu menunjuka suatu tindakan yang mau mengatakan bahwa dia benar-benar cinta pada kekasihnya itu. Dia melakukan tindakan untuk berkorban demi membantu kekasihnya melewati permasalahannya itu. Tentu saja kebahagiaan akan muncul, dikarenakan ia mampu membuktikan besarnya cintanya. Ia berhasil unutk mendorong dirinya sendiri untuk mencintai kekasihnya itu, mungkin dengan begitu kebahagiaan akan muncul. Si cewek merasa bahagia karena ada yang membela dan melindungi dia, sedangkan si cowok merasa bahagia karena ia berhasil membuktikan cintanya.

Dalam kasus ini jelas bahwa ada dua item penting, yakni cinta dan pengorbanan. Jelas terlihat bahwa demi cinta orang dapat melakukan apapun untuk mendapatkan dan mempertahankan cinta. Orang dapat kehilangan karier dan masa depannya hanya karena cinta. Semuanya hanya karena cinta maka sesorang pun mampu untuk berkorban

Suatu hal positif yang dipetik dari kejadian ini, adalah bahwa si cowok mau berkorban hany untuk membla kekasihnya itu. Dia mau menunjuka cintanya kepada cewek itu. Menari bahwa pada suah ditemukan bahwa seorang cowok mau mengorbankan apa yang telah dimilki demi cintanya itu. Namun dalam kasus ini terjadi kesalahan adalah bahwa cara si cowok mengorbankan dirinya demi cinta merupakan sesuatu yang salah. Si cowok mendukung praktek kekerasan yang dilakukan oleh si cewek. Sungguh sangat disayangkan hal itu terjadi bahwa pengorbanan cinta dilakuak dengan merugikan diri mereka sendiri, tidak ada keunutngna yang diterima stelah berkoban demi cinta.

REKAYASA ISTILAH

PROYEK : PekeRjaan Orang Yang kEna SanKsi

LEMBUR : LEMah Buat Kerja

FISIKA : Fikir SampaI Kantuk

Fikir RumuS sampaI Kepala Botak

SUSTER : SUkanya Senyum TErus

JATAH : Jangan CemAs Tentang MAkanan Harian

DOA : Duduk Omong (dengan) Allah

Dengar Omongan Allah

CERAMAH : CErcaan Rakyat Atas Masalah PemerintaH

KOLUSI : Karena Orang LUpa Situasi

KORUP : Karena Orang Rakus Uang Pemerintah

NEPO : Nenek Punya Orang

TIMUR : Timbunan Uang Rakyat

PIDATO : Pikirnya Dapat Tunjangan Operasional

Pengawal Dapat Tambahan Honor

KURSI : Karena Uang Rela di Sogok DIa

MUNAFIK : Muka Nabi Fikir KOtor

SEMBAKO : Semua Barang Kosong

IMF : Ini Milik Famili

SELINGKUH : Selingan Keluarga Utuh

AIDS : Aku Ingin Duit Saja

UUD : Ujung Ujung Duit

HEBOH : Hebat TEtapi Bohong

Friday, December 5, 2008

Reflection

Nature is genes or DNA-biology. Nurture means life experiences and environment. Nature and nurture are important for our life. Hair color, eye color, height, musical, sports genes, and others are all part of nature. Education, family, friends, books, movies, and culture are all part of nurture.

Skin color, height, nose, ears, and face are all part of genes in myself. On the other hand mathematical genes, language genes, sports and social character are all part of genes too.

Sport is one of genes which can’t be developed. Therefore it seems that I have small body

I will tell my experiences that can describe a relation between genes and education.

I graduated from junior high school in 1998. After that I continued senior high school. I stayed in dormitory for four years. Discipline was a key of success in there. Education process was different from others senior high school in there.

At the first time, I was unhappy because I was forced for doing new things that were different from situation in my home.

Time managed myself. In my opinion that was something important. There were school time, rest, sport, learning, watching, praying, and others.

Day by day, I also had some activities. Football, basket, and volley ball were the part of sports. I couldn’t get in my home surely. I developed my sport genes by doing it regularly. Enviroment also forced me to do it, my friends also forced me. We also used to do at sport time.

Besides I was forced for using language. Language was important for education process in my senior high school. English and Indonesia were both important language, but there were Latin, Germany.

Therefore many things were different from junior high school or others senor high school. Education process was hold with some activities.

In our classroom, we learnt about many language theories. We learnt about grammar, vocabulary, tenses, and speaking. It was difficult for me. I had to speaking among my friends and teacher. I had to memorize 1500 English words every week. I had to make some compositions every week.

My teacher taught about discussions, we discussed about some real problems by using English surely. Besides after school time, we also had some activities that related with English, for example English debate, English mass, English day, and so on.

These activities forced my brain which how to catch, to think, and to speak out ideas.

Neuron grew because my brain worked to solve the problems.

How to learning new something

In my point of view, I think that how to learning new something is difficult. I have to think carefully because world is developing for all new things. Therefore I have to examine which world has offered.

Sunday, November 30, 2008

KEPERLUAN BUKAN KERAKUSAN

Seorang Mahatma Gandhi pernah mengungkapkan hasil refleksinya tentang relitas kehidupan manusai di dunia ini. Hasil refleksinya adalah “…Dunia cukup unutk melayani keperluan manusia, tetapi tidak cukup untuk melayani kerakusan manusia…” Kiranya jelas bahwa refleksi itu sangatlah relevan dengan kehidupan real. Manusia yang sebagai aktor penting dalam pengolahan bumi, justru menyimpang dari apa yang ditugasi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Segala potensi yang ada dikerukan untuk kepentingan segelintir orang.

Sikap yang hanya mementingkan diri sendiri atau sekelompok inilah yang menjadi dasar dari timbulnya ketimpangan-ketimpangan yang terjadi pada saat ini. Sebagai contohpergeseran nilai sosialitas dengan altruistis menjadi egoistis, individualistis, primordialistis dan Epikurianistis (paham mencari kesenangan ala Epikurus). Segalanya hanya mau dilakukan jika menguntungkan diri sendiri. Jelas bahwa jika orang memandang itu benar, maka dia juga akan memandang hidup itu adalah petualangan bagi dirinya sendiri. Segalanya haruslah mendatangkan kenikmatan, kegembiraan, dan kebebasan bagi diri sendiri. Padahal jika ditinjau bahwa dalam kehidupan ini haruslah mencakup unsur sosial.

Realita dunia sekarang menunjukan bagaimana manusia tidak lagi mementingkan kepentingan bersama. Adanya ketidakmampuan dalam menyeimbangkan antara kepentingan bersama dan kepentingna pribadi. Bahkan dengan jelas kita dapat melihat bahwa demi kepentingan pribadi, manusia yang satu dapat memangsa manusia yang lain. Ironis memang tapi itu nyata terjadi.

Sebagai akibatnya adalah bahwa berbagai ketimpangan muncul. Dalam hal kemanusiaan, bahwa HAM masnusia tidak menjadi seuatu hal yang harus dihormati. Hak asas manusia mudah diinjak oleh manusia yang lain. Nyawa manusia tidaklah berharga jika dibandingkan dengan uang dan kehormatan. Berita pemerkosaan, praktik prostitusi, pengeboman, dan ancaman pengeboman menghiasi media massa setiap hari.

Selain itu ketimpangan yang tidak kala menarik dan tidak pernah berhenti adalah kasus korupsi. Sebagai contoh yang masih hangat adalah kasus BLI. Kasus-kasusu ini juag melibatkan kaum elit politk yang masih aktif. Disinilah muncul ketimpangan.

Esensi politik sebagai strategi unutk meyakinkan orang akan kebenaran dan keadilan telah salah diaplikasikan. Politik selalu dikaitkan dengan kekuasaaan dan uang. Penyakit ini merupakan penyakit turun-temurun, sejak bangsa ini merdeka sampai pada saat sekarang. Ketimpanagn itu terjadi pada saat orang-orang memperebutkan kekuasaan, dengan menghalalkan segala cara, sedangkan konsep kekuasaan itu tidak salah karena memang kekuasaan itu harus diperebutkan.

Kaum elite politik serasa menjadi kaum yang sudah melupakan daratan. Seakan mereka berlayar tanpa mementingkan masyarakat yang ada di daratan. Mereka lupa akan janji-janji yang dikumandangkan pada saat kampanye. Bahwa mereka adalah tumpuan dan harapan bagi masyarakat sudah dilupakan.

Baca Detik 29/11/2008

Wednesday, November 26, 2008

foto kebahagaiaan